Mendapat notifikasi "usul penolakan" dari DJKI memang bikin was-was — apalagi kalau Anda sudah menunggu berbulan-bulan sejak pengajuan. Kabar baiknya, usul penolakan bukan berarti permohonan Anda otomatis gagal. Anda masih berhak mengajukan tanggapan resmi. Artikel ini membahas penyebab paling umum permohonan merek diusulkan tolak, dan apa yang bisa dilakukan setelahnya.
Dua Jenis Alasan Penolakan Merek
Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, alasan penolakan permohonan merek secara umum terbagi jadi dua kelompok besar.
1. Alasan Absolut — Ada pada Mereknya Sendiri
Penolakan jenis ini tidak ada hubungannya dengan merek pihak lain, tapi karena tanda yang diajukan dianggap bermasalah dari sisi hukum atau tidak layak jadi merek sama sekali. Beberapa contohnya:
- Bertentangan dengan ideologi negara, peraturan perundang-undangan, moralitas, agama, kesusilaan, atau ketertiban umum
- Tidak memiliki daya pembeda — misalnya terlalu sederhana seperti satu titik atau satu garis
- Merupakan nama generik yang sudah jadi milik umum untuk barang/jasa sejenis
- Hanya menyebutkan keterangan barang/jasa yang dimohonkan — misalnya nama "Kopi" untuk usaha kedai kopi
2. Alasan Relatif — Berhubungan dengan Merek Lain
Ini alasan yang paling sering ditemui, terutama saat pengecekan awal kurang menyeluruh:
- Punya persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek terdaftar milik pihak lain untuk barang/jasa sejenis
- Mirip dengan merek terkenal milik pihak lain, meski untuk kelas barang/jasa yang tidak sejenis sekalipun
- Menyerupai nama badan hukum, nama orang terkenal, foto, atau logo pihak lain tanpa izin
Menerima Usul Penolakan? Ini Langkahnya
1. Baca detail alasan yang disampaikan pemeriksa
Notifikasi usul penolakan biasanya mencantumkan dasar pertimbangan pemeriksa — apakah karena kemiripan dengan merek tertentu, atau karena dianggap kurang punya daya pembeda. Ini jadi acuan utama menyusun tanggapan.
2. Susun surat tanggapan dengan argumen dan bukti pendukung
Tanggapan yang kuat biasanya menjelaskan perbedaan konkret antara merek Anda dengan merek pembanding — baik dari sisi visual, bunyi, makna, segmentasi pasar, maupun bukti penggunaan yang sudah berjalan.
3. Ajukan tanggapan dalam jangka waktu yang ditentukan
Ada batas waktu resmi untuk mengajukan tanggapan sejak notifikasi diterbitkan. Melewatkan tenggat ini biasanya berarti permohonan otomatis dianggap ditolak, jadi kecepatan merespons sangat menentukan.
4. Kalau tanggapan tetap ditolak, ada jalur banding
Jika setelah tanggapan permohonan tetap ditolak, pemohon masih punya opsi mengajukan banding ke Komisi Banding Merek sebagai upaya hukum lanjutan.
Merek Anda kena usul tolak dan bingung harus menanggapi seperti apa?
Lihat Layanan Sanggahan MerekCara Terbaik: Cegah Sebelum Terjadi
Sebagian besar kasus penolakan sebenarnya bisa diantisipasi lewat analisa risiko yang menyeluruh sebelum permohonan diajukan — bukan setelah usul penolakan keluar. Mengecek kemiripan visual, fonetik, dan makna terhadap merek yang sudah terdaftar di kelas yang sama jadi langkah pencegahan paling efektif.
Intinya
Usul penolakan dari DJKI bukan akhir dari segalanya — tapi jangan juga dianggap remeh. Memahami apakah penolakan Anda masuk kategori alasan absolut atau relatif akan menentukan strategi tanggapan yang paling tepat, dan kecepatan merespons dalam tenggat waktu yang ditentukan sangat menentukan hasil akhirnya.